Kec. Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah

Sekolah
Alam Aminah

Berita

Dari Kebun Binatang hingga Museum Sejarah, SAA Tanamkan Pembelajaran Kontekstual pada Siswa

Sukoharjo – Suasana penuh semangat tampak sejak pagi ketika seluruh siswa Sekolah Alam Aminah (SAA) berangkat menuju Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan Outing Class ke Gembira Loka Zoo dan Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) yang dikemas secara kontekstual, menyenangkan, dan inklusif. Outing Class kali ini menjadi momen bersejarah bagi SAA, karena untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan belajar di luar kota secara serentak.

Drs. H. Hasto Daryanto, M.Pd., Ketua Yayasan,  mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Selama delapan tahun akhirnya kami bisa melaksanakan pembelajaran ke luar kota dengan pendampingan maksimal. Ini menjadi salah satu pencapaian luar biasa dalam perjalanan Sekolah Alam Aminah,” ujar Hasto.

Gambar 1. Antusiasme Siswa Mengamati Hewan-Hewan


Pembelajaran experiential learning memang sesuai dengan konsep SAA yang mana ingin menekankan keterhubungan antara pengalaman nyata dengan materi pelajaran. Selama perjalanan menuju Yogyakarta, guru pendamping mengajak siswa mengenal berbagai hal yang mereka jumpai mulai dari membaca rambu lalu lintas, menghitung jarak tempuh dan waktu perjalanan, mengenal jenis kendaraan, hingga memahami pentingnya menjaga kebersihan selama di perjalanan.

Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar dari Alam dan Kehidupan di Gembira Loka Zoo

Di Gembira Loka Zoo, siswa diajak mengenal lebih dekat berbagai jenis hewan dari beragam habitat. Guru-guru mengaitkan pengamatan hewan dengan pembelajaran IPA, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Karakter. Contohnya siswa belajar mengenai rantai makanan, perbedaan hewan herbivora dan karnivora, serta pentingnya menjaga kelestarian satwa.

Salah satu siswa kelas 2, Rajendra Mahrez Saputra, dengan wajah penuh antusiasme berkata, “Wah, aku tadi melihat hewan-hewan yang lucu. Ada gajah, Aku suka, aku suka!” ungkap Rajendra.

Ungkapan sederhana ini mencerminkan bagaimana pembelajaran ini benar-benar menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar siswa.

Menggali Nilai Sejarah di Monumen Jogja Kembali

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Monumen Jogja Kembali, tempat siswa belajar mengenal perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Di sini, pembelajaran dikaitkan dengan mata pelajaran IPS, Pancasila, dan Keislaman, di mana anak-anak diajak meneladani nilai perjuangan, persatuan, serta rasa syukur atas kemerdekaan yang dimiliki saat ini.

Guru juga menanamkan nilai kepemimpinan dan nasionalisme dengan cara yang ringan dan interaktif, sehingga anak-anak dapat memahami sejarah dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Gambar 2. Keceriaan di Museum Monumen Jogja Kembali


Sumarsihono, salah satu wali murid, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Sekolah Alam Aminah luar biasa. Anak-anak didampingi dengan sabar dan penuh perhatian. Terlebih, mayoritas anak di SAA adalah anak luar biasa, namun guru-gurunya mampu memberikan pelayanan pendidikan yang optimal dan menyentuh hati.”

Kegiatan Outing Class ini menjadi bukti nyata komitmen Sekolah Alam Aminah dalam menciptakan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, berkarakter, dan inklusif  sesuai dengan visi sekolah untuk menjadi rumah belajar yang menumbuhkan potensi setiap anak secara utuh, baik dari aspek intelektual, sosial, spiritual, maupun emosional.

© Sekolah Alam Aminah