Sukoharjo – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sekolah Alam Aminah (SAA) menyelenggarakan kegiatan Outbound Inklusif yang diisi dengan berbagai perlombaan dan permainan edukatif bersama. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jum’at, 18–19 Desember 2025, dengan melibatkan seluruh peserta didik secara aktif dan inklusif.
Pada hari pertama, anak-anak mengikuti rangkaian permainan yang dirancang untuk melatih kekompakan, motorik kasar dan halus, serta mendorong perilaku positif dan kemandirian. Adapun permainan yang diselenggarakan antara lain:
- Petik Sayuran, untuk melatih koordinasi dan pengenalan aktivitas keseharian;
- Lempar Dadu, dengan dadu bergambar yang disertai pertanyaan sederhana untuk melatih kognitif dan komunikasi;
- Pasang Benda Sesuai Warna, untuk melatih fokus dan kemampuan klasifikasi;
- Estafet Air, guna melatih kerja sama tim dan keseimbangan motorik;
- Di Mana Tempatku, berupa kegiatan mengelompokkan benda sesuai kategori;
- Sapu Ajaib, sebagai simulasi aktivitas bina diri melalui kegiatan menyapu.
Seluruh permainan dirancang dengan pendekatan ramah disabilitas dan menyesuaikan kebutuhan serta kemampuan masing-masing anak, sehingga setiap peserta dapat berpartisipasi dengan aman dan menyenangkan.

Gambar 1. Antusiasme Anak-Anak Mengikuti Permainan
Pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan melukis bersama. Aktivitas ini menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menuangkan imajinasi, emosi, dan kreativitas mereka melalui warna dan bentuk, sekaligus memperkuat rasa percaya diri.
Ketua kegiatan, Aisyah Shafiya Purwaningtyas, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial.
“Kegiatan ini kami jadikan sebagai momen untuk menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak dengan disabilitas, memiliki potensi, kreativitas, dan hak yang sama untuk tumbuh, bermain, dan berkarya dalam lingkungan yang aman dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Outbound dan melukis bersama ini, Sekolah Alam Aminah berharap dapat terus menumbuhkan nilai inklusi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman, sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang ramah dan berkeadilan bagi semua anak.


